Senin, 07 April 2014
Finally
Kini kau telah berdua dan meraih impianmu bersama wanitamu.. maaf kalau dulu aku tak bisa mewujudkan segala mimpimu itu karena aku tak mau kisah itu menjadi panjang dan menjadi bumerang bagiku. Lebih baik aku tidak memulainya dan membiarkan diriku membunuh cinta itu, habis sudah tak tersisa, hanya abu yang sudah tertiup angin dan entah pergi ke mana menyatu dengan udara. Cukup kita..ha? salah, mungkin kata yang benar adalah cukup aku saja yang merasakan sakit dan kecewa atas semua ini, daripada menyakiti dan mengecewakan orang banyak terlebih ibumu. Aku bisa merasakan kekecewaan yang dirasakan ibumu jika kita bersama. Jagalah dia semampumu, jangan kecewakan dan kau sakiti hatinya. Dia memang tepat dan pantas untukmu. Kau tidak perlu memiliki keraguan untuk membawanya ke lingkungan keluargamu. Aku yakin kau pasti mantab membawa wanitamu ke ibumu semantab kau berjanji padaku di masa lalu tetapi memang tak untuk jadi nyata. Berbahagialah kau dengannya, aku rasa kalian itu serasi :) jadi saling menjaga hatilah dan berdoalah agar kalian berjodoh. Aku lihat dia begitu mencintaimu dan mendambamu, dia takut kehilanganmu, dia selalu berusaha mengertimu dan mengalahkan egonya. Jadi kau juga harus mengerti dirinya dan profesinya juga, kau tidak boleh mendominasi unuk mengalahkan impiannya. Dirinya jauh lebih sempurna dan pantas untukmu. Kini sudah saatnya bagiku untuk menyusun hati yang baru, mempersiapkan untuk penghuni lain agar bisa tinggal di dalamnya. Ya, aku hanya mempersiapkannya saja, entah kapan datangnya sosok itu, aku pun tak tahu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar