Sekarang, detik ini aku ragu untuk melangkah lebih jauh bersamanya
Aku menjadi tidak yakin dengan keadaan seperti ini, meskipun perasaan ini masih seutuhnya miliknya
Sudah berapa ratus kali air mataku mengalir untuknya
Sudah berapa panjang waktu yang ku habiskan dengannya
Sudah berapa banyak kenangan yang ku buat bersamanya
Sudah berapa banyak orang yang kami sakiti demi hubungan ini
Apakah sekarang sudah tidak ada artinya lagi itu semua untuk kita?
Lagi, menangis. Teruslah menangis lias, teruskan... jika memang itu melegakan mu sementara. Tapi, apakah kau mau seperti ini terus? Hubungan macam apa yang aku jalani sekarang Tuhan? Aku gak pernah berpikir kejadiannya seperti ini, mengalami perasaan seperti ini
Apa kita cocok? kayaknya sih enggak atau belum.. Kita belum dan bahkan mungkin (dari selama ini), kita tidak saling mengerti dan memahami satu sama lain. Kita hanya sekadar bersama, tetapi bukan bersatu. Kita bagaikan air dan minyak. Mereka bisa bersama dalam satu tempat, tapi mereka tidak bisa melebur jadi satu, tetap terpisah. Apa kita sama dengan air dan minyak itu? tidak peduli siapa diantara kita yang jadi minyak atau air, tapi apa kah kita demikian?
Aku ilfil sekali Tuhan, aku takut dengan perasaan seperti ini yang terus menerus tetap bertahan, hubungan kami berakhir, benar-benar berakhir.. Aku ingin bertahan dan sudah ku coba untuk bertahan, tapi mengapa tidak ada hasil?
Percuma ku rasa selama ini aku mengutarakan apa yang aku rasakan. Kadang diam dan menarik diri lebih baik dibandingkan berbicara mengutarakan perasaan. Apa aku bisa melanjutkan hubungan ini Tuhan?