haiii.. su lama tak bersapa ria kita.
gue kembali nih dengan sebuah cerita yang eemmmm agak kesal sih, heran sama seseorang. Bisa dibilang dia itu soerang perempuan yang yaa berteman dekatlah ya sama aku. Jadi kami itu ada ber-4 sebenarnya, tapi yg paling sering ngumpul itu yang 3 orang , gue mah jarang krn dulu masih di jajah. jadi otomatis yang dekat dekatnya banget kan mereka ber-3, tp gue juga tetep deket.
cerita ini dimulai dr awal semester 5 kemarin. Jadi kebetulan nih si kawan tadi melakukan hal yang menurutku ga patut dilakukan. Benar2 ga patut. Sorry aku ga mau nyebutin masalahnya apa ya gaiss. So, kami sebagai yang katanya nih "sahabat"nya menegur dia donk, kami ga mau dia disakitin, kami ga mau dia menjadi orang yang dinilai jelek dan sebelah mata. Kebiasaan kami itu yaa ber-4 nih kalo ada yang salah ya didiemin gitu, jadi sadar sendiri tu lo kalo salah. Diantara kaminih yang belum pernah didiemin tu baru dia sama teman ku yang satunya. Aku udah pernah didiemin sama anak-anak nih, dan aku minta maaf kok. Aku sadar kalo aku salah. Sekarang giliran dia yang digitukan kenapa ga terima? dia udah pernah nggituin orang, kenapa sekarang dia seperti ini? Bukankah kita sudah berteman lama dan sudah mengenal satu dengan yang lain? Kita kan punya kebiasaan seperti ini. Apa jangan2 dia selama ini tidak menghayati "persahabatan" yang ada? yaa mungkin dia punya alasan sendiri kali yaa kenapa dia begitu.
dan kalian tau apa yang paling membuatku semakin jijik dengan dia. Dia itu orang yang tidak mengakui kesalahan pada dirinya sendiri. It's mean, dia ga mampu mengakui kesalahannya pada orang lain. Well, begitulah dia orangnya. Okeyy. Dan masih banyak hal lagi yang mau aku ceritakan di sini ttg dia itu gimana jalannya sampai kami bisa renggang banget kaya sekarang sama dia. Tapi ku rasa ini cukup dulu aja, selebihnya konsumsi kami saja. Aku cuma kesal dengan dia, emm dengan anak2 kelas juga aku kesal sih dulu. Tapi sekarang udah enggak, krn mereka ga tau sebenarnya apa yang terjadi, jadi wajar kalo semua pihak menyudutkan dan menyalahkan kami lalu membela dia habis2an dan berteman dekat dengan dia. Penjilat ya gitu, njilat ludah sendiri terus ditelan lagi. Ya itu gambaran yang pas buat dia. Terimakasih yaa. Semoga hidupmu setelah ini bisa lebih bermanfaat, menjadi pribadi yang selalu bertumbuh ke arah positif dan nggak ngerebut upsss sowreehh hampir aja keceplosan.
Jadilah wanita yang berkelas. Untuk menjadi wanita berkelas bukan dari pembawaan diri dengan pikiran bahwa kita itu lebih dari orang lain. Untuk menjadi wanita berkelas bukan dengan harta orang tua yang ada dan dengan segala kemewahan. Tetapi wanita yng berkelas adalah dengan menjadi diri apa adanya, dan bisa mengendalikan dirinya untuk hal-hal kemewahan dan kemegahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar