Hemmm
Aku tau, aku menyadari kalau aku adalah orang yang penuh dengan rasa cemburu ternyata. Cemburu ketika pasangan ku dekat dengan wanita lain. Bahkan yang sudah dianggapnya seperti adik kandung pun bisa ku cemburui. Bukan masalah perempuannya, tapi masalahnya ada di pasangan ku ini. Aku merasa seperti ini karena dia bisa memprioritaskan orang lain dalam hiudpnya. Jujur aku tidak bisa bersama dengan orang seperti ini, hanya saja kenyataan brekata lain. Sampai saat ini, detik ini, aku masih bersamanya, orang yang sangat ku kasihi. Beberapa hari yang lalu aku bertanya, mungkin seminggu yang lalu kl ga salah. Aku nanya, "apakah aku menghalangi beberapa sisi kehidupannya? kl iya berapa persen". Aku bertanya begitu karena aku sadar, aku merasa dengan adanya rasa cemburuku, aku seolah-olah menghambat pergaulan dan sikapnya kepada orang lain. Aku tidak ingin menjadi penghambat hidup orang lain. Kl memang dia ingin menjaga jarak dengan orang lain, biarlah itu dia lakukan atas keinginan dan kesadarannya dia aja. Aku ga mau sebagai tembok pemisah kehidupannya. Dan tahukah kalian jawabannya apa? Jawabannya adalah "ya, 40%".
Seketika air mata terus mengalir. Tidak bisa ku bendung. Aku seperti mendapat luka pada bagian yang sama, luka diatas luka.
Entah pikiran apa yang sedang ku alami sekarang. Yang pasti aku merasa berbeda dengan adanya jawaban 40%. Hampir setengahnya aku menjalani hubungan dengan orang yang selama ini terhambat oleh ku. Jujur aku sedih, aku kecewa. Tapi aku yakin Tuhan selalu mendengarkan doa-doaku selama ini. Tuhan pasti sudah mendengarkan doaku jauh sebelum aku menjalin hubungan ini dengannya. Jauh ketika aku masih memohon-mohon pada Tuhan agar dia hadir dalam hdiupku seperti sekarang.
Baru-baru ini aku merasa sesak di dada. Aku melihat foto yang dimasukkan oleh temanku di akun instagram dan facebook, ada fotonya. Hemm, aku kesal sekali. Tapi aku tahan semuanya dalam hati, aku tahan. Aku tidak bisa meluapkan emosiku pada dia, krn aku takut semakin menghambat atau menghalangi atau menjadi tembok yang lebih besar lagi untuk hidupnya. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar