“Hi, how are you Mas?”
Kata-kata itu yang terlintas dibenakku saat ini, ketika memikirkan dirinya. Dia yang diejek oleh teman kantorku, dia yang minta nomor hp ku lewat teman kantorku, dia yang menghubungi ku lebih dulu, dia yang cukup berbeda dengan laki-laki lainnya, dia salah satu orang yang bisa membuatku merasa senang dan terhibur dari bulan Juni lalu sampai awal bulan Juli ini.
Sempat ku berpikir ingin mendalaminya, ingin sekali lebih mengenalnya jauh dan jauh lebih dalam. Tapi satu hal yang kusadari, kami berbeda. Beda agama. Terlalu sulit untuk ku dan dia jika kami bersatu. Maka dari itu, aku memilih untuk tidak menyelami jiwa dan pikirannya meskipun diri ini sangat ingin.
Tak pernah terbesit dan terpikirkan oleh ku, hatiku bisa senang ketika komunikasi dengannya. Pria yg cukup jauh umurnya denganku. Hahahaha dengan candaannya yang kadang lama ku cerna karena candaannya sudah berbeda jaman.
Lucu.
~~~
Hemmm…
Hari ini, i was listened about his love story from my friend. My friend said kalau Dia sudah menjalin hubungan serius dengan seorang wanita, salah satu karyawan di kantorku saat ini. Namun, kandas karena mereka beda agama.
Bayangkan jika kami bersama, bagaimana bisa bersatu? Haruskah kami saling menyakiti keluarga masing2? Haruskah dia mengulangi perasaan dan rasa sakit yang sama?
Sulit bukan. Aku pun berpikir keras. Seketika hatiku terenyuh dan galau mendengar cerita dari temanku.
Sayang untuk melewatkan orang sepertinya, tapi aku tau jika aku menyelaminya aku tidak bisa kembali ke permukaan lagi. Aku berharap ini adalah keputusan tepat untuk tidak menyelaminya. Terkadang hal seperti ini harus dilakukan orang dewasa ya sepertinya, melewatkan relasi romantis dengan orang yang kita senang krn kita sudah tahu jalan di depan itu sangatlah terjal dan tidak menyenangkan hati siapapun kecuali hati 2 insan. Itu pun belum tentu.
Selama satu minggu ini, aku selalu mendengarkan lagu yang menggambarkan isi hatiku untuk mu Mas. Kata orang-orang ini lagu orang yang sedang jatuh cinta. Jatuh cinta itu rasanya menyenangkan bukan? Tapi tidak untuk ku saat ini ketika mendengar lagu ini. Judul lagunya “Sesuatunya” by Maliq.
Silih berganti logika mengusik nurani. Menanyakan ini, bolehkah, pantaskah ku nanti. Adamu menyenangkan hati, tak adamu ku mulai mencari. Sedikit ingin tahu kau kah juga begitu? Apa ku bilang saja siapa tahu sesuatu? Adamu menyenangkan hati, tak adamu ku mulai mencari. Main mata berharap kau bisa membaca sesuatunya. Sebatas ingin bilang ku senang adamu, adamu. Kata-kata kadang mending dsri main rasa, walau rasa lebih penting dari kata-kata.
Sekian lagunya ya Mas. Bolak balik aku mikir make otak dan hati. “Boleh gak sih? Bisa gak sih? Chat gak ya? Gimana ya? Malu eh. Tapi Dia begitu. Aduh”, itu yg selalu ada dipikirkanku.
Komunikasi kita mulai putus. Semoga Mas segera bertemu dengan jodoh Mas, memulai kehidupan berumah tangga yang bahagia, di mana Mas bisa merasa lepas dan punya orang yang bisa Mas percaya dan andalkan. God bless you mas.
So happy to know you. Thankyou for made me laughed with ur old jokes.
Bye. C u on top with happy life.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar